Hal ini sesuai dengan teori Hierarchy of Needs dari Abraham Maslow. Teorinya menjelaskan bahwa manusia memiliki tingkat kebutuhan dari yang mendasar sampai yang paling tinggi. Setiap kebutuhan berurutan dan saling berkaitan satu sama lain. Kebutuhan yang paling mendasar mulai dari Physiological Needs, Safety Needs, Social Needs, Esteem Needs, dan yang paling tinggi yaitu Self Actualization. Oleh karena itu, seharusnya manusia lebih menjadikan Saya pribadi sering mengalami hal ini. Misalnya saja dalam hal makan, saat melihat makanan di mall atau kantin, saya sangat tergiur untuk membelinya. Saya berpikir bahwa makanan itu sangat enak. Meskipun perut sudah kenyang, tetapi nafsu makan tetap besar dan sulit dikendalikan. Akibatnya, saya tetap membeli makanan tersebut meskipun tidak dalam porsi besar.
Nafsu manusia identik dengan keinginan, sementara hasil pikiran dapat disebut sebagai kebutuhan. Jika ditinjau, tentunya lebih baik hasil pikiran jika dibangdingkan dengan nafsu. Hal ini disebabkan karena nafsu hanya berdasarkan keinginan dan bukan merupakan kebutuhan. Seperti yang kita ketahui, kebutuhan adalah hal yang diperlukan, tidak seperti keinginan. Yang lebih berbahaya, terkadang manusia seolah-olah menjadikan keinginan menjadi kebutuhan atau menyamakan keinginan dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena nafsu yang sangat menggebu-gebu sehingga tmanusia tidak bisa berpikir secara rasional lagi. Selain itu, jika terlalu menuruti keinginan, sebenarnya agak berbahaya karena apa yang diinginkan tidak selamanya dibutuhkan oleh tubuh. Namun terkadang karena nafsu yang cukup besar, ditambah dorongan dari berbagai faktor lain yang mendorong, membuat manusia terkadang lebih menuruti nafsu dan cukup merasa kesulitan untuk menghilangkan perasaan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar